Respons Dunia Atas Kasus Ahok

Ikuti Info – Kasus penistaan agama yang sekarang ini sedang dihadapi oleh Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok memang kemudian mendapatkan sorotan tajam dari dunia Internasional. Namun menurut beberapa orang, sorotan dari dunia Internasional mengenai kasus yang ramai dibahas oleh masyarakat Indonesia ini sendiri dalam beberapa bulan terakhir terlalu lebay dan juga berlebihan. Menurut pengamat politk dari Universitas Negeri Jakarta atau UNJ yakni Ubedilah Badrun, dirinya menyatakan bahwa respons dari dunia Internasional sekarang ini atas kasus dari Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, tidak berdasarkan fakta fakta sosiologis. Sebab menurut Ubedilah Badrun untuk bisa menyoroti kasus yang sekarang ini menjerat Gubernur Jakarta non aktif tersebut tentunya dunia Internasional harus datang ke Jakarta dan juga melakukan riset yang mendalam.

“Tentu saja respon sekarang ini dari dunia Internasional itu sangatlah berlebihan” tutur dari Ubediah Badrun dalam acara diskusi berjudul Dramaturgi Ahok yang diselenggarakan di Cikuni, Jakarta pada hari Sabtu (15/5/2017). Ubedilah Badrun sendiri menegaskan bahwa sekarang ini dunia Internasional sebenarnya tidak perlu repot repot untuk mencampuri penegakan hukum yang ada di Indonesia. Selain itu sekarang ini masyarakat Indonesia juga sudah bersikap sangat toleran dalam kehidupan sehari hari mereka.

Selain itu Ubedilah Badrun juga menyatakan bahwa sorotan dunia Internasional atas kasus Ahok sekarang ini hanyalah berisi para provokator. “Biarkan saja persoalan hukum ini diselesaikan oleh internal bangsa ini sendiri. Ini tentu ulah dari orang yang tidak bertanggung jawab. Kita tentu ingin bagaimana hukum bisa ditegakan dengan baik. Selain itu terciptanya kedamaian di masyarakat. Kalau sampai perkara seperti ini juga dibawa sampai ke dunia Internasional nantinya pasti akan menimbulkan pengertian yang bisa berbahaya. Itu akan membahayakan dari citra dunia Internasional terhadap bangsa Indonesia” tambah dari Ubedilah Badrun

Memang pada Kamis (9/5/2017), tim majelis hukum dari Pengadilan Negeri Jakarta Utara, telah memberikan vonis kepada Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok¸dua tahun penjara karena telah terbukti melakukan penistaan agama. Bahkan putusan dari majelis hakim itu sendiri lebih berat dari tuntutan jaksa penuntut yakni penjara satu tahun dan masa percobaan selama dua tahun.

Baca Juga : Tim Kuasa Hukum Akan Mengunjungi Ahok di Mako Brimob

Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sendiri didakwa telah melakukan tindak pidana penistaan agama yang dilakukan secara sengaja di depan umum. Hakim mengatakan bahwa Ahok telah secara sengaja memasukan kalimat terkait politik pilkada dengan menyebut surat Al Maidah 51. Memang Ahok sendiri dalam pernyataannya di kepulauan seribu menyinggung program budidaya ikan kerapu yang akan tetap berjalan meski dirinya tidak menjadi gubernur lagi. Dalam pernyataannya tersebut Ahok menggunakan surat Al Maidah 51 yang dianggap sebagai penistaan agama yang kemudian dilaporkan oleh beberapa orang.

About admin 178 Articles

Ikuti Info merupakan sebuah website yang senantiasa mengupdate berita terbaru Nasional dan Mancanegara

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*