Dengan Modal Tawari Hp, Pria Ini Berhasil Gawangi Bocah Ingusan Hingga Lima Kali

Ikuti.info – Semakin bertambahnya usia seseorang, maka semakin dewasa pula pemikiran nya. Namun kenyataannya, pemikiran seseorang tidak mempengaruhi seberapa tua usia mereka. Seperti kelakuan seorang kakek di Sidoarjo yang menjadi salah satu contoh nya.

M. Sholeh (53), terpaksa berurusan dengan pihak Polresta Sidoarjo atas dugaan kasus pencabulan anak dibawah umur. Pelaku yang keseharian bekerja sebagai kuli bangunan ini diduga sudah mencabuli korban yang masih berusia 10 tahun.

Namun aksi nya terhenti setelah kepergok oleh orangtua korban dan langsung melaporkan pelaku ke polisi. Saat pemeriksaan, pelaku mengaku aksi cabul nya pertama kali dilakukan pada bulan Juli 2018 lalu disebuah taman bermain anak.

Agen Domino

Bahkan pelaku sudah beberapa kali melakukan aksi bejat nya pada korban ditempat sunyi. Saat melancarkan aksi nya, pelaku menawarkan Hp milik nya pada korban untuk bermain. Ketika korban sedang asik bermain, disitulah pelaku langsung mencabuli nya. Usai melancarkan aksi nya, pelaku sempat berpesan pada korban agar tidak menceritakan nya pada siapapun.

Hingga akhir nya aksi bejat pelaku pun terbongkar saat orangtua korban memergoki pelaku sedang menyetubuhi anak nya. Tak terima anak nya dilecehkan, orangtua korban lantas melapor ke Polresta Sidoarjo.

Agen Poker

Tak butuh waktu lama, pelaku yang masih bujangan itu langsung diringkus petugas kepolisian dirumah nya. Kepada petugas, pelaku mengaku sudah mencabuli korban sebanyak lima kali. Namun polisi dibuat geleng kepala saat pelaku mengaku alasan mencabuli korban karena tertarik pada nya.

Apapun alasannya, pelaku harus menerima sanksi hukum akibat perbuatan nya. Ia dijerat dengan pasal tentang perlindungan anak dengan ancaman pidana maksimal 12 tahun penjara.

About admin 392 Articles
Ikuti Info merupakan sebuah website yang senantiasa mengupdate berita terbaru Nasional dan Mancanegara

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*