BIADAB! Karena Rewel, Pria Ini Tega Bunuh Anak Kekasih Nya Yang Masih Balita

Ikuti.info, Tulungagung – Penyebab kematian Hanung (2) bocah malang yang diduga tewas kecelakaan alami itu sempat membuat keluarga curiga. Setelah melakukan penyelidikan, akhir nya Satreskrim Polres Tulungagung Agen Domino berhasil menguak pelaku pembunuhan balita di Pasar Ngemplak, Kamis (4/1/2018).

Pelaku tak lain adalah Aris Febriansyah (31) yang merupakan kekasih ibu nya sendiri Katinah alias Wati (54). Para pedagang mengenal Aris sebagai kekasih Katinah, pemilik warung di pasar pusat penjualan sayur mayur tersebut.

Selama ini Aris menumpang hidup kepada Katinah, hal itu juga terlihat dari kedekatan pelaku dengan Hanung. Kedekatan itu sebagai alibi Aris untuk mencari simpati dari ibu nya, namun pedang lain menilai Aris tidak tulus menyayangi Hanung. Dari situ lah kasus kematian bocah balita malang itu bermula.

 

Kasus pembunuhan itu berawal pelaku hendak menidurkan korban di warung Pasar Ngemplak, Tulungagung. Tangan kiri pelaku dijadikan bantal oleh korban diwarung lesehan yang sudah tutup tersebut. Namun korban terus rewel hingga membuat pria yang mantan narapidana itu itu menjadi kesal.

Pelaku lantas memukul perut korban agar korban tidak rewel. Bukan nya diam, pelaku semakin dibuat berang karena korban tak kunjung diam. Dalam posisi telentang, pelaku membenturkan kepala korban ke lantai sebanyak tiga kali.

Akis brutal itu pun masih berlanjut bahkan pelaku menampar pelipis kiri korban hingga dua kali. Pelaku juga menampar bibir bocah malang itu hingga pecah. Melihat bibir korban mengeluarkan darah, pelaku langsung mengusap nya menggunakan kaus yang dikenakan nya.

Baca :

Sadis, Wanita Hamil Ini Ditendang Bahkan Diinjak Oleh Ibu-Ibu Dengan Brutal
Aniaya PSK Karena Tak Mau Pakai Kond0m, Pria Ini Malah Didenda Rp 25 Juta

Sebelum nya, korban terluka parah saat bersama pelaku di warung ayam goreng Pasar Ngemplak, Tulungagung, Agen Domino Rabu (27/12/2017). Pelaku pun beralasan jika korban terjatuh dari meja dan terimpa hingga akhir nya korban kritis dan meninggal. Awal nya keluarga mengangap jika bocah balita itu meninggal secara wajar dan langsung di kebumikan. Namun polisi yang menyelidiki kasus tersebut menemukan ada nya keganjilan.

Hal itu terlihat dari meja yang disebutkan pelaku setinggi 40 cm dan terbuat tipek itu tidak mungkin berakibat fatal jika menimpa korban. Bukti kecil itu lah yang membuat polisi berinisiatif menduga Aris sebagai pelaku pembunuh korban.

Pihak kepolisian sudah melakukan pembongkaran makam korban untuk dilakukan visum. Tim medis belum bisa memastikan apa penyebab kematian korban karena menunggu hasil cek selama dua pekan.

About admin 365 Articles
Ikuti Info merupakan sebuah website yang senantiasa mengupdate berita terbaru Nasional dan Mancanegara